Kaltimreport.com, Samarinda – Anggota DPRD Kota Samarinda, membandingkan sistem pendidikan Indonesia dengan Jepang dalam menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama negara. Menurutnya, negara maju memberikan perhatian besar terhadap kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Anggota Komisi lV DPRD Kota Samarinda, Anhar, mengaku sering berdiskusi dengan anaknya yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Osaka, Jepang. Dari diskusi tersebut, ia melihat bagaimana seriusnya pemerintah Jepang dalam membangun sistem pendidikan.
“Di sana dunia pendidikan dan kesehatan itu tidak ada lagi nomor di atasnya. Masa depan negara mereka ditentukan oleh pendidikan,” ujarnya, Senin (11/05/26)
Ia menilai Indonesia masih terlalu banyak menggunakan jargon tanpa dibarengi langkah nyata dalam memperkuat dunia pendidikan. Padahal, kualitas sumber daya manusia menjadi penentu masa depan bangsa.
“Jangan hanya bicara Indonesia emas, tapi ketika dunia pendidikan mulai ribut, kita malah bingung mencari solusi,” katanya.
Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya membangun gedung sekolah yang megah, tetapi juga harus memikirkan masa depan lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kita bangun sekolah bagus, universitas bagus, tapi setelah lulus mereka mau ke mana? Itu yang harus dipikirkan,” jelasnya.
Anhar mengatakan di Jepang, lulusan pendidikan sudah memiliki arah yang jelas terkait pekerjaan sesuai bidang yang dipelajari. Kondisi itu berbeda dengan Indonesia yang masih banyak menghadapi ketidakpastian.
Ia berharap pemerintah mulai membangun sistem pendidikan yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja agar lulusan dapat terserap dengan baik. (Adv./DPRD Samarinda Cep).















