Kaltimreport.com – Penguatan usaha masyarakat menjadi salah satu arah pengembangan program Green Job yang tengah disiapkan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Melalui program ini, kelompok usaha lokal diharapkan memiliki keterampilan yang lebih kuat untuk mengembangkan potensi ekonomi di luar sektor pertambangan.
Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Transnaker) Kukar, Dendy Irwan Fahriza, menyampaikan Green Job direncanakan menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan kerja di sektor informal. Program tersebut ditargetkan dapat mulai berjalan pada 2027, setelah melalui proses pendataan, penyusunan kebutuhan, dan perencanaan anggaran.
Menurut Dendy, peluang pengembangan usaha masyarakat cukup terbuka, terutama pada kelompok yang selama ini telah memperoleh pendampingan dan bantuan dari dinas teknis. Namun, keberadaan sarana usaha perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola dan mengembangkannya.
“Melalui Green Job, kami ingin memastikan kelompok-kelompok binaan yang sudah dibina oleh dinas terkait bisa terus berkembang dan menjalankan usahanya secara berkelanjutan,” ujarnya, Rabu (21/10/2026).
Kelompok yang berpotensi menjadi sasaran program berasal dari sektor pertanian dan peternakan, perikanan, serta perkebunan. Transnaker Kukar akan berkoordinasi dengan masing-masing dinas untuk menentukan kebutuhan pelatihan yang sesuai dengan kondisi kelompok di lapangan.
Dendy menjelaskan, pembekalan dalam Green Job akan diarahkan pada peningkatan keterampilan, bukan penambahan bantuan peralatan. Sebab, dukungan sarana produksi telah menjadi bagian dari program pembinaan dinas teknis.
Kebutuhan pelatihan nantinya disesuaikan dengan persoalan yang dihadapi kelompok. Petani yang telah memiliki alat dan mesin pertanian, misalnya, dapat memperoleh pengetahuan mengenai perawatan dan penggunaannya. Sementara kelompok perikanan akan mendapatkan pembekalan yang mendukung kegiatan usaha mereka.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat bantuan pemerintah yang telah diterima masyarakat memberikan manfaat lebih panjang, sekaligus meningkatkan kemampuan kelompok dalam mengelola usaha secara mandiri.
Selain keterampilan, pengembangan usaha juga akan dihubungkan dengan peluang pembiayaan melalui Kredit Kukar Idaman Terbaik. Dengan dukungan tersebut, kelompok binaan diharapkan memiliki kesempatan memperluas usaha dan menjalin kemitraan dengan perusahaan maupun program strategis nasional lainnya.
Untuk menentukan penerima manfaat, Transnaker Kukar masih menunggu usulan kelompok dari dinas terkait. Jumlah peserta belum ditetapkan karena perlu disesuaikan dengan kebutuhan pelatihan dan ketersediaan anggaran.
Pelaksanaan program juga direncanakan memperhatikan pemerataan wilayah, dengan memberikan keterwakilan bagi kelompok usaha di zona hulu, tengah, dan pantai.
Dendy mengungkapkan, Green Job nantinya dapat menggunakan pola pelatihan berjenjang agar keterampilan yang diberikan tidak hanya berhenti pada peserta awal. Kelompok yang telah mengikuti pembekalan akan didorong menjadi penggerak yang membagikan pengetahuan kepada kelompok lain di wilayahnya.
“Kalau satu kelompok sudah mendapatkan pembekalan, mereka bisa menjadi agen atau instruktur bagi kelompok lainnya. Jadi, keterampilan yang diberikan dapat menyebar dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” tuturnya.
Melalui perencanaan yang melibatkan dinas teknis dan kelompok binaan, Green Job diharapkan menjadi langkah untuk memperkuat usaha masyarakat Kukar sekaligus membuka ruang tumbuhnya lapangan kerja yang lebih beragam dan berkelanjutan. (ADV)











