Kaltimreport.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tetap menempatkan kesejahteraan guru sebagai salah satu perhatian utama di tengah kondisi fiskal daerah yang mengalami tantangan. Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempertahankan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi guru sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan dan peningkatan kualitas pendidikan.
Menurut Aulia, guru memiliki peran strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia. Karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik menjadi bagian penting dari upaya menjaga mutu proses belajar-mengajar di sekolah.
“Kita memahami bahwa kondisi fiskal daerah saat ini tidak sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, komitmen kami untuk mempertahankan TPP guru tetap menjadi perhatian pemerintah daerah,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).
Ia menjelaskan, guru merupakan ujung tombak pendidikan yang berhadapan langsung dengan peserta didik dalam proses pembelajaran. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyampaian materi pelajaran, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, pengembangan potensi, serta penanaman nilai-nilai positif kepada generasi muda.
Atas dasar itu, pemerintah daerah berupaya menjaga kesejahteraan guru agar mereka dapat menjalankan tanggung jawab secara optimal. Dukungan tersebut diharapkan turut menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di Kabupaten Kukar.
Aulia juga menilai bahwa kesejahteraan memiliki keterkaitan dengan motivasi dan kinerja seseorang dalam menjalankan tugasnya. Insentif, menurutnya, dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong semangat kerja, termasuk bagi tenaga pendidik.
“Guru merupakan ujung tombak proses pendidikan dan pengajaran di Kabupaten Kutai Kartanegara. Dengan menjaga kesejahteraan mereka, kita berharap proses pembelajaran bagi anak-anak dapat menjadi lebih baik dan kualitas pengajaran tetap terjaga,” katanya.
Ia menambahkan, upaya mempertahankan TPP guru merupakan bagian dari perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan pelayanan pendidikan. Meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal, pemerintah daerah berupaya menjaga komitmen terhadap sektor yang memiliki peran penting dalam pembangunan masa depan daerah.
Melalui perhatian terhadap kesejahteraan guru, Pemkab Kukar berharap tenaga pendidik dapat terus meningkatkan dedikasi dan profesionalisme dalam mendampingi peserta didik.
Komitmen tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya bergantung pada sarana dan prasarana, tetapi juga pada kualitas serta dukungan terhadap para pendidik yang menjadi penggerak utama proses pembelajaran. (ADV)















