Standardisasi dan Kemasan Jadi Agenda Kunci Industrialisasi IKM Kutim

ADVERTORIAL258 Dilihat

KALTIMREPORT.COM, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah memasuki fase baru dalam kebijakan pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM). Jika beberapa tahun lalu fokus utama masih bertumpu pada peningkatan jumlah pelaku usaha, kini arah kebijakan beralih pada penguatan kualitas produksi dan standardisasi kemasan. Pergeseran ini dilakukan untuk membuka jalan yang lebih terstruktur menuju pasar nasional dan global.

Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadhani, menggambarkan bahwa tantangan IKM Kutim bukan pada kreativitas atau kemampuan produksi, melainkan pada konsistensi mutu dan kelengkapan legalitas. Ia menyebut bahwa produk-produk lokal sebenarnya telah menunjukkan daya saing, tetapi untuk memasuki pasar yang lebih besar, standar menjadi faktor penentu.

“Pasar ekspor itu tidak hanya melihat produk enak atau unik. Mereka menilai seluruh rantai produksi, mulai dari higienitas sampai stabilitas kualitas,” ujarnya.

Kemasan juga menjadi bagian integral dalam strategi pemerintah. Nora menyebutkan bahwa sebagian besar produk gagal masuk kurasi pasar ekspor karena aspek kemasan yang belum memenuhi standar.

“Kita ingin memastikan IKM memahami bahwa kemasan bukan sekadar pembungkus. Ia adalah bagian dari regulasi perdagangan global, serta penentu keamanan distribusi,” jelasnya.

Untuk menjawab persoalan tersebut, pemerintah membangun skema pendampingan berbasis lintas sektor. Pelaku IKM didampingi dalam pemenuhan sertifikasi halal, izin edar, perizinan industri, serta pemahaman terhadap standar keamanan pangan. Pendekatan ini diharapkan mereduksi hambatan administratif yang selama ini menghambat IKM untuk tumbuh.

Dalam konteks kebijakan industri daerah, Pemerintah Kutim menempatkan penguatan mutu sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Pemerintah melihat bahwa tanpa proses standardisasi, IKM hanya bertahan pada pasar lokal yang terbatas. Dengan ekosistem yang lebih kuat, produk lokal dapat memasuki rantai nilai industri yang lebih besar.

“Kalau semua standar terpenuhi, IKM Kutim tidak hanya siap ekspor, tetapi juga mampu menjadi pemain stabil dalam jangka panjang,” tutup Nora. (ADV/Diskominfo Kutim/—).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *