Kaltimreport.com, Samarinda – Upaya peningkatan pelayanan kesehatan bagi pasien Tuberkulosis (TB) dan HIV di RSUD IA Moeis menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Melalui kunjungan kerja yang dilakukan Komisi IV, sejumlah kebutuhan mendasar ditemukan masih memerlukan penguatan, terutama pada aspek fasilitas penunjang dan ketersediaan tenaga medis.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengungkapkan bahwa pelayanan yang diberikan rumah sakit daerah tersebut telah berjalan cukup baik. Meski demikian, peningkatan kapasitas layanan dinilai penting agar kebutuhan masyarakat dapat terlayani secara optimal.
Menurutnya, hasil peninjauan lapangan menunjukkan masih adanya keterbatasan sarana yang berpengaruh terhadap pelayanan, khususnya bagi pasien TB dan HIV yang membutuhkan penanganan berkelanjutan.
“Pelayanan yang ada sudah berjalan maksimal. Namun, masih terdapat beberapa kebutuhan fasilitas yang perlu mendapat dukungan agar layanan bisa semakin optimal,” kata Sri, Jumat (5/6/26).
Dalam kesempatan itu, pihak rumah sakit juga memaparkan rencana pengembangan fasilitas kesehatan yang akan didukung melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat. DPRD berharap program tersebut dapat segera direalisasikan sehingga mampu memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di RSUD IA Moeis.
Selain infrastruktur, persoalan sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Kebutuhan tenaga medis untuk menangani pasien TB dan HIV masih cukup tinggi dibandingkan dengan jumlah petugas yang tersedia saat ini.
Meski telah diperkuat dengan kehadiran dokter residen dari Universitas Mulawarman, beban pelayanan dinilai masih berat. Tenaga medis harus membagi waktu antara pelayanan rawat inap dan poli yang berlangsung setiap hari.
“Tambahan dokter residen memang sangat membantu, tetapi kebutuhan pelayanan masih besar sehingga tenaga kesehatan yang ada harus bekerja ekstra,” ujarnya.
Sri menegaskan bahwa peningkatan layanan kesehatan tidak hanya bergantung pada pembangunan fasilitas fisik. Penambahan tenaga medis, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta dukungan anggaran yang memadai juga menjadi faktor penting dalam menunjang kualitas pelayanan.
Karena itu, DPRD Samarinda mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat sektor kesehatan secara menyeluruh. Langkah tersebut dinilai penting agar pelayanan bagi pasien TB dan HIV dapat semakin efektif, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.
“Harapan kami, fasilitas terus ditingkatkan dan tenaga kesehatan juga bertambah sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih maksimal,” tutupnya.(Adv./DPRD Samarinda Cep).














