Ismail Paparkan Bahwa Empat Konsesus Kebangsaan Sangat Relevan Dengan Budaya lokal

Kaltimreport.com – Kutim Timur, Demi terwujudnya rasa persaudaraan yang erat antar sesama warga negara Indonesia, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Ismail, ST. Menggelar Sosialisasi wawasan kebangsaan.

Sosialisasi wawasan kebangsaan atau empat pilar kebangsaan kali ini dilaksanakan di Jalan KH. Abdullah Poros Rt. 49 Kecamatan Sangatta utara Kabupaten Kutai Timur. (3/4/2024).

Kegiatan yang di mulai pada pukul 9.00Wita tersebut, antusias di hadiri oleh masyarakat setempat karena menghadirkan dua orang narasumber yang kompeten. diantaranya ialah Ruslan, M. Pd dan Anshar, SH serta Irma selaku moderator.

Mengawali kegiatan, Ismail menyampaikan. Bahwa, Wawasan kebangsaan merupakan konsep yang memandang Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah, yang meliputi tanah (darat), air (laut) dan udara secara tidak terpisahkan, yang mempersatukan bangsa dan negara secara menyeluruh mencakup segenap bidang kehidupan nasional yang meliputi aspek ekonomi, politik, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.

“Wawasan kebangsaan sebagai konsepsi cara pandang yang dilandasi akan kesadaran diri sebagai warga dari suatu negara terhadap diri dan lingkungannya dan meliputi seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkap Ismail.

Politisi Nasdem melanjutkan, Meskipun Indonesia adalah negara yang kaya akan perbedaan dan keberagaman, hal tersebut membuat Indonesia rentan terpecah-belah akibat perbedaan yang ada. Perpecahan di masyarakat bisa memicu konflik yang menimbulkan kerugian banyak pihak.

Toleransi antar umat beragama merupakan hal yang penting untuk dimiliki setiap orang saat ini. Jika setiap orang memiliki sikap toleransi yang tinggi, maka ini akan meminimalisir terjadinya konflik antar umat beragama, dan kehidupan antar umat beragama pun akan terjalin dengan tentram dan damai.

“Dalam hal ini hakikat wawasan kebangsaan adalah menjaga keutuhan wilayah NKRI secara menyeluruh, menjaga kerukunan antar sesama demi kepentingan bangsa dan negara. Seluruh masyarakat Indonesia, baik pejabat pemerintah dan warga, harus berpikir, bersikap, dan bertindak untuk kepentingan bangsa dan negara Indonesia,” lanjut Ismai.

Pemahaman terhadap empat konsensus kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika harus menjadi perekat terhadap nilai-nilai budaya lokal yang ada guna membangun resiliensi bangsa.(FRD/ADMIN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *